/>

Ming Suki, Surga Pecinta Kuliner Ala Jepang di CitraRaya Tangerang

CitraRaya Tangerang, selain menjadi rumah bagi 60 ribu jiwa juga menjadi surganya wisata kuliner. Di usianya yang sudah menginjak 21 tahun, CitraRaya Tangerang tumbuh menjadi pusat ekonomi baru yang patut diperhitungkan bagi para pebisnis untuk membuka usahanya. Salah satunya bisnis kuliner, apalagi CitraRaya Tangerang dilengkapi dengan pusat-pusat wisata kuliner di Tangerang seperti CitraRaya Food Festivel (Ciffest), MardiGras dan masih banyak lagi. Salah satunya yang baru dikembangkan adalah kawasan Ecopolis, yang nantinya bakal menjadi Central Business District kedua di CitraRaya Tangerang. Disini, selain menjadi pusat niaga juga menjadi kawasan pusat kuliner di tangerang.

Dikenal sebagai salah satu kota mandiri terbesar di Tangerang sekaligus pusat wisata kuliner terlengkap di Barat Jakarta. CitraRaya Tangerang menyimpan sejuta menu andalan berbagai aneka kuliner, mulai dari masakan tradisional, nasional, Asia hingga Eropa. Diibaratkan, menu kuliner apapun yang Anda idamkan ada di CitraRaya Tangerang. Tak salah bila, pebisnis kuliner banyak yang melirik kawasan ini untuk membuka usaha kulinernya, apalagi dengan didukung oleh market yang sangat pesat.

Salah satunya makanan yang patut untuk diicip adalah masakan khas Jepang. Jepang sendiri dikenal sebagai salah satu surga makanan terenak di dunia. Dan dalam perkembangannya kini di Indonesia, makanan khas Jepang sudah mendapat tempat di lidah orang Indonesia. Untuk berburu makanan khas ini, warga CitraRaya dan sekitarnya tidak perlu jauh-jauh keluar kawasan, sebab di kawasan Ecopolis kini sudah buka restoran makanan khas Jepang, Ming Suki. Restoran ini tepatnya berada disebelah Gubuk Makan Mang Engking CitraRaya.

edited_IMG-20160101-WA0014

Tjie Hendra Tirta Putra, pemilik Restoran Ming Suki mengaku kawasan Ecopolis CitraRaya menyimpan potensi yang sangat besar untuk pengembangan usahanya. Terlebih dengan dikelilingi oleh cluster-cluster kelas menengah dan atas yang didukung oleh makin pesatnya pertumbuhan penduduk di CitraRaya yang sangat signifikan. Alasan itulah yang menguatkan Hendra (nama panggilannya-red) beserta sang Istri untuk membuka bisnis makanan ala Jepang di kawasan Ecopolis. Tepatnya di Ecopolis Boulevard Utara Blok VE.05/73.

“Kami berani mengalihkan usaha kami di Karawaci ke CitraRaya, karena kami melihat marketnya sangat bagus dengan dihuni oleh lebih dai 60.000 jiwa, apalagi dengan didukung oleh berbagai fasilitas wisata dan hiburan keluarga yang lengkap. Tentu kehadiran Ming Suki menjadi pilihan pelengkap dari kebutuhan kuliner masyarakatnya,” kata Hendra di CitraRaya, Tangerang (6/1/2016).

20151220_131148

Menurut Hendra, awal tahun 2016 menjadi sejarah bagi Ming Suki dalam andilnya memanjakan lidah masyarakat CitraRaya dan sekitarnya. Apalagi dengan berbagai keunggulan dari sisi rasa, harga yang terbilang murah maupun bahan-bahan yang fresh dan terbaik dikelasnya. “Meskipun harga yang kami berikan termurah dibandingkan dengan yang dijual di mall-mall, namun tidak mengurangi kualitas bahan-bahan yang kami gunakan. Malahan, bahan-bahan yang kami gunakan adalah bahan yang terbaik.”

Pesaing Adalah Emas

Meski CitraRaya terbilang sebagai pusat wisata kuliner di Barat Jakarta dengan persaingan yang begitu ketat. Tidak menyurutkan niatan Hendra untuk membuka usaha kulinernya. Menurutnya, persaingan yang ketat itu justru memberikannya banyak keuntungan. Bahkan bisa dibilang dengan banyaknya pesaing akan menjadi ladang emas bagi bisnis kuliner Khas Jepang racikannya. “Kami tidak melihatnya sebagai saingan, justru kehadiran Ming Suki menjadi pelengkap. Sebab akan ada banyak pilihan kuliner bagi konsumen dan Ming Suki sendiri memiliki target market yang jelas dan memiliki market tersendiri,” kata Hendra.

Ming Suki CitraRaya selain menyajikan berbagai pilihan menu yang menjadi Andalannya juga memiliki tempat yang elegan, bersih dan ruangan ber-AC dan memiliki nuansa yang kental dengan pernak-pernik dan suasana ala Jepang. “Masakan Jepang ini kan diolah dan disajikan dengan tingkat seni yang tinggi. Hal ini pula yang kami terapkan di Ming Suki agar para konsumen benar-benar merasakan tingkat seni dari masakan Ming Suki ini,” jelas Hendra.